Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sepenggal Kisah Tentang Imam Al-Mahdi

Imam Al-Mahdi itu ada yang di akhir zaman, yaitu Imam Al-Mahdi yang pada masanya turun Nabi Isa Ibn Maryam. Ada juga Imam Al-Mahdi sebelumnya, misalnya adalah Khulafa' Rasyidin yang dilabeli Imam Al-Mahdiyyin (para beliau yang mendapatkan petunjuk). 

Imam Mahdi

Dalam masyarakat Nusantara ada istilah yang serupa dengan Imam Al-Mahdi ini, yaitu Ratu Adil. 

Ratu adil atau raja adil akhir zaman ya Imam Al-Mahdi yang merupakan keturunan Rasulullah. Kalau ratu adil bukan akhir zaman itu bisa siapa saja yang dianggap memenuhi keadilan tp bukan di akhir zaman. Ratu adil pada masa Bani Umayyah adalah Umar ibn Abdul Aziz. Ratu adil bagi orang Jawa bisa Pangeran Diponegoro.

Namun, terkait Imam Al-Mahdi akhir zaman sudah dinyatakan ciri-cirinya oleh Rasulullah dan para ulama.

وأخرج ابن المنادى في ((الملاحم))(...) [ عن علي - رضي الله عنه - ] قال:

(( ليخرجن رجل من ولدي عند اقتراب الساعة, حتى تموت قلوب المؤمنين كما تموت الأبدان, لما لحقهم من الضرر والشدة والجوع والقتل وتواتر الفتن والملاحم العظام وإماتة السنن و إحياء البدع وترك الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر , فيحيي الله بالمهدي محمد بن عبدالله السنن التي قد أميتت , وتسر بعدله وبركته قلوب المؤمنين, و تتآلف إليه عصب العجم وقبائل من العرب, فيبقى على ذلك سنين ليست بالكثيرة, دون العشرة ثم يموت ))

Kesimpulan riwayat ini.

  1. Imam Al-Mahdi itu keturunan Rasulullah.
  2. Nama dr Imam Al-Mahdi ini adalah Muhammad ibn Abdullah. Bermakna namanya persis dengan nama Nabi Muhammad.
  3. Munculnya Imam Al-Mahdi itu ketika sdh dekat hari akhir "inda iqtirabis sa'ah".
  4. Ketika itu kualitas keimanan dan keadaan memprihatinkan sekali. 
  5. Kehadiran Imam Al-Mahdi adalah menghidupkan sunah Nabi, dan di tangan beliau ada keadilan, dan keberkahan. 
  6. Masa Imam Al-Mahdi itu kurang dari sepuluh tahun.

Ada tanda hari akhir. Ada tanda kecil, dan ada tanda besar. 

Kedatangan Imam Al-Mahdi itu kemudian diiringi dengan turunnya Nabi Isa Ibn Maryam. Dalam hadits dinyatakan bahwa turunnya Nabi Isa itu adalah tanda besar hari.

Penulis Tanwirul Qulub, misalnya, memasukkan kedatangan Imam Al-Mahdi sebagai salah satu tanda kiamat besar.

Imam Al-Mahdi tentu punya kekuasaan. Rasulullah menyatakan bahwa Imam Al-Mahdi itu punya wilayah kekuasaan. Imam Al-Mahdi akan menguasai Arab. 

يملك العرب

Bahkan dinyatakan dalam beberapa hadits bahwa beliau akan menaklukkan Konstantinopel dan Jabal Daylam. 

وروى الرافعي- في تاريخ قزوين- وابن ماجة عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لا تقوم الساعة حتى يملك رجل من أهل بيتي يفتح القسطنطينية، وجبل الديلم، ولو لم يبق من الدنيا إلا يوم لطول الله ذلك اليوم حتى يفتحها» وفي لفظ: «لطول الله ذلك اليوم حتى يملك رجل من أهل بيتي جبل الديلم والقسطنطينية» .

Kesimpulan hadits ini

  1. Hari akhir dunia tdk akan terjadi hingga ada seorang lelaki dari keturunan Rasulullah yang berkuasa. 
  2. Keturunan Rasulullah ini mampu menaklukkan Konstantinopel dan Jabal Daylam.
  3. Sehingga akhir dunia pasti akan didahului dengan penaklukan Konstantinopel.

Yang jelas Imam Al-Mahdi belum muncul

Kalau ada pengakuan bahwa Imam Al-Mahdi sudah muncul maka pasti di masa hidup Imam Al-Mahdi itu ada Isa Ibn Maryam.

Hadits di bawah ini menyatakan bahwa Imam Al-Mahdi bertemu dengan Isa Ibn Maryam, dan ketika itu Imam Al-Mahdi dipersilahkan Isa untuk menjadi Imam Shalat.

وخرج الطبراني

يلتفت المهدي وقد نزل عيسى بن مريم .....فيقول له المهدي: تقدم وصل بالناس، فيقول: إنما أقيمت لك الصلاة، فيصلى على رجل من ولدي

 وخرج ابن خزيمة وأبو عوانة والحاكم وأبو نعيم والروياني من طرق وفى بعضها: وامامهم المهدي رجل صالح

Di mana Imam Al-Mahdi dibaiat?

Imam Al-Mahdi keluar dari Madinah ke Mekah kemudian dibaiat. 

Ini adalah kabar dari Nabi Muhammad. Karena itu jangan tertipu dengan sesiapa saja yang mengaku sbg Imam Al-Mahdi, tp tdk pernah ke Mekah Madinah. 

Mekah Madinah semacam Napak tilas perjalanan ke Islaman. 

يخرج المهدي من المدينة إلى مكة فيستخرجه الناس من بينهم، فيبايعونه بين الركن والمقام وهو كاره

Imam Al-Mahdi itu keluar dari Madinah menuju Mekah

Dibaiat antara Ar-Rukn dan Al maqam.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِى الْخَلِيلِ عَنْ صَاحِبٍ لَهُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَاليَكُونُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ *فَيَأْتِيهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنَ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أَهْلِ الْعِرَاقِ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيَظْهَرُونَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةُ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيمَةَ كَلْبٍ فَيَقْسِمُ الْمَالَ وَيَعْمَلُ فِى النَّاسِ بِسُنَّةِ نَبِيِّهِمْ -صلى الله عليه وسلم- وَيُلْقِى الإِسْلاَمُ بِجِرَانِهِ إِلَى الأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِينَ ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّى عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ »

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam, telah menceritakan kepada saya oleh ayahku, dari Qatadah dari Shalih Abi Al Khalil dari seorang temannya dari Ummu Salamah isteri Nabi SAW dari Nabi SAW beliau bersabda,”Akan ada perselisihan pada saat matinya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk kota Madinah berlari menuju Makkah.*Orang-orang dari penduduk Makkah mendatanginya, lalu mereka mengeluarkan laki-laki itu sedang laki-laki itu membencinya. Kemudian mereka membaiat laki-laki itu di antara rukun [Yamani] dan Maqam [Ibrahim], lalu dikirimkan kepadanya satu pasukan lalu pasukan itu ditenggelamkan di Baida` yang terletak antara Makkah dan Madinah. Maka tiba-tiba orang-orang melihat laki-laki itu didatangi oleh para Abdal dari Syam dan kelompok-kelompok dari Irak lalu mereka membaiat laki-laki itu di antara rukun [Yamani] dan Maqam [Ibrahim]. Lalu muncullah seorang laki-laki dari golongan Quraisy yang paman-pamannya dari suku Kalb, kemudian dia [Imam Mahdi] mengirimkan kepada mereka satu pasukan lalu pasukan itu pun mengalahkan mereka. Itu adalah pasukan suku Kalb, dan adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak mempersaksikan ghanimah dari Kalb itu. Kemudian dia [Imam Mahdi] mengamalkan di tengah manusia sunnah Nabi mereka dan menyebarkan Islam ke seluruh bumi. Dan dia [Imam Mahdi] akan tinggal selama tujuh tahun lalu [meninggal dan] disholatkan oleh kaum muslimin.”

(HR Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, Juz 4/175 no 4288; Musnad Ahmad, 6/316 no 26731; At Thabrani, Al Mu’jam Al Ausath, no 1153; Shahih Ibnu Hibban, 15/160 no 6757; Musnad Abu Ya’la, 12/369 no 6940; Al Hakim, Al Mustadrak, Juz 4 no 8328).

Di mana lahirnya Imam Al-Mahdi?

Riwayat di bawah menyatakan bahwa Mahdi itu kelahiran Madinah...

 وأخرج نعيم بن حماد فى كتاب الفتن.

المهدي مولده بالمدينة من أهل بيت النبي

Jg ada riwayat bahwa khilafah itu adanya di Madinah, 

الخلافة بالمدينة

Keadaan Masyarakat pada Masa Imam Al-Mahdi

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ ، فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا ، كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا ، يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ ، يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا " ، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : مَا صِحَاحًا ؟ ، قَالَ : " بِالسَّوِيَّةِ بَيْنَ النَّاسِ " ، قَالَ : " وَيَمْلَأُ اللَّهُ قُلُوبَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غِنًى ، وَيَسَعُهُمْ عَدْلُهُ ، حَتَّى يَأْمُرَ مُنَادِيًا فَيُنَادِي ، فَيَقُولُ : مَنْ لَهُ فِي مَالٍ حَاجَةٌ ، فَمَا يَقُومُ مِنَ النَّاسِ إِلَّا رَجُلٌ ، فَيَقُولُ : أنا ، فيقول : ائْتِ السَّدَّانَ ، يَعْنِي الْخَازِنَ ، فَقُلْ لَهُ : إِنَّ الْمَهْدِيَّ يَأْمُرُكَ أَنْ تُعْطِيَنِي مَالًا ، فَيَقُولُ لَهُ : احْثِ حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ فِي حِجْرِهِ وَأَبْرَزَهُ نَدِمَ ، فَيَقُولُ : كُنْتُ أَجْشَعَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ نَفْسًا ، أَوَعَجَزَ عَنِّي مَا وَسِعَهُمْ ؟ ، قَالَ : فَيَرُدُّهُ ، فَلَا يَقْبَلُ مِنْهُ ، فَيُقَالُ لَهُ : إِنَّا لَا نَأْخُذُ شَيْئًا أَعْطَيْنَاهُ ، فَيَكُونُ كَذَلِكَ سَبْعَ سِنِينَ أَوْ ثَمَانِ سِنِينَ أَوْ تِسْعَ سِنِينَ ، ثُمَّ لَا خَيْرَ فِي الْعَيْشِ بَعْدَهأَوْ قَالَ : ثُمَّ لَا خَيْرَ فِي الْحَيَاةِ بَعْدَهُ.

Artinya: "Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Imam Al-Mahdi, yang dimunculkan kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan kegoncangan di antara manusia, lalu bumi akan dipenuhi dengan keseimbangan dan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kezhaliman. Penduduk langit dan bumi ridla dengannya, kemudian ia membagi-bagikan kekayaan secara adil, " seorang laki-laki bertanya kepadanya; "Apa maksudnya secara adil? Beliau menjawab; "yaitu setara di antara manusia."

Beliau melanjutkan; "Kemudian Allah memenuhi hati ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan kekayaan sehingga mereka tidak saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Dan keadilannya menyebar luas sehingga seorang penyeru menyeru; "Siapakah yang membutuhkan harta? Maka tidak ada seorangpun yang berdiri kecuali seorang laki-laki. Penyeru tersebut berkata; "Datanglah kepada penjaga harta yaitu bendahara dan katakan kepadanya; 'Imam Al-Mahdi memerintahkan kepadamu agar kamu memberikan harta kepadaku, " Lantas bendahar itu berkata kepadanya; 'Ambillah sepenuh kedua telapak tanganmu, ' setelah ia meletakkan harta tersebut di wadahnya, ia menyesal dan berkata;

'Sungguh, aku adalah orang yang paling rakus dari umat Muhammad, apakah aku akan memenuhi tanganku hingga aku tidak kuat dengan sesuatu yang mereka merasa cukup darinya! ' kemudian ia mengembalikan harta tersebut dan tidak akan menerimanya lagi, maka di katakan kepadanya; "Kami tidak akan mengambil sesuatupun yang pernah kami berikan." Hal itu berlanjut hingga Imam Al-Mahdi tinggal selama tujuh tahun, -atau- delapan tahun, -atau- selama sembilan tahun, kemudian tidak akan ada lagi kehidupan yang baik setelah itu. -atau bersabda- kemudian tidak ada lagi kehidupan yang baik setelah itu." (Musnad Ahmad bin Hanbal)

Posting Komentar untuk "Sepenggal Kisah Tentang Imam Al-Mahdi"