Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Perbedaan Kopi menurut Andrew Hidayat KPK

Indonesia Merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Banyak dari penduduk Indonesia menikmati kopi setiap harinya. Tapi banyak dari mereka belum mengerti perbedaan kopi. Menurut salah satu pecinta kopi yang sering di sapa Andrew Hidayat KPK, kopi terbagi menjadi banyak jenis, salah satunya yang paling terkenal adalah kopi arabika dan kopi robusta.

Apa saja seh perbedaan antara kopi arabika dan robusta? berikut penjelasan dari Andrew Hidayat

1. Kopi Arabika


kopi arabika andrew hidayat kpk

Kopi arabika adalah jenis biji kopi tertua dan merupakan yang paling banyak dibudidayakan, biji arabika berharga lebih tinggi di pasar kopi. Biji kopi arabika akan jatuh dari pohonnya setelah matang, sehingga harus segera dipanen untuk mencegah tercampurnya dengan bau dan rasa tercampur dengan tanah.

Kopi arabika ini memiliki ciri ukuran biji lebih kecil dibanding dengan biji kopi robusta. Kopi arabika ini memiliki rasa dan aroma yang lebih nikmat. Harga kopi ini lebih mahal dari kopi robusta, karena kopi ini memiliki banyak kelebihan.

Kopi arabika memiliki banyak varian, diantaranya: bali kintamani, bluejava, prenger, arjuno, temanggung java jampit, wonosobo, aceh gayo, karlos, mandheling toba porsea, linthong, dolok sanggul, kalosi, gayo borbor, flores manggarai, flores bajawa, toraja sapan papua wamena, peaberry dan longberry gayo.

2. Kopi Robusta


kopi robusta andrew hidayat kpk

Pohon kopi robusta merupakan tanaman yang tumbuh pada ketinggian rendah (permukaan laut sampai 600m), tahan pada kelembapan dan lebih tahan terhadap penyakit dibanding kopi arabika. Robusta juga matang dalam waktu sekitar setengah dari waktu yang dibutuhkan kopi arabika.

Biji kopi robusta tidak jatuh dari pohon saat ia matang. Sehingga tidak perlu segera panen. Kopi ini juga digunakan untuk kopi secara komersial dalam kaleng dan kopi instan karena lebih murah biaya produksi.

Kopi robusta memiliki ciri-ciri ukuran biji yang besar dan berbentuk oval. Robusta dapat tumbuh dalam lingkungan yang sejuk maupun di lingkungan yang tergolong panas. Kopi yang biasa tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis ini memang tidak memiliki aroma dan rasa sebaik kopi arabika. Rasanya juga cenderung pahit dan sedikit asam, serta kandungan kafeinnya lebih tinggi. Jadi wajar saja jika kopi jenis ini dihargai dengan harga yang lebih murah.

Kopi robusta juga memiliki banyak varian diantaranya: Robusta dampit, robusta temanggung, robusta sidikalang dan robusta flores bajawa.

Perlu untuk diketahui bahwa cita rasa kopi itu tidak hanya bergantung pada asal jenis kopi tersebut, namun juga dipengaruhi dengan cara pengolahannya, kombinasi antara jenis kopi dengan kualitas baik dengan cara pengolahannya yang tepat, maka akan menghasilkan rasa kopi yang benar-benar nikmat. Disini kita akan belajar teknik penyajian kopi dengan cara tradisional dan modern.

Demikianlah keterangan perbedaan kopi menurut Andrew Hidayat KPK semoga bermanfaat.


Posting Komentar untuk "2 Perbedaan Kopi menurut Andrew Hidayat KPK"